Beritafakta.co.id | Sumenep, Jatim – Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya – Makassar mengalami kebakaran hebat saat berlayar di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8) pagi. Insiden tersebut melibatkan total 271 orang yang terdiri dari penumpang dan anak buah kapal (ABK).
Berdasarkan laporan terbaru dari Kantor SAR Surabaya hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak lima orang dinyatakan meninggal dunia, 225 orang berhasil diselamatkan, sementara 41 lainnya masih dalam proses pencarian.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, telah dipindahkan ke sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal-kapal tersebut di antaranya Kapal Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Transco Arafura, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, serta SC Aila XVII.

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, menyampaikan bahwa masih terdapat puluhan penumpang yang belum berhasil dievakuasi dari total 232 penumpang dan 39 ABK yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” ujar Didit kepada kumparan, Minggu (2/8).
Menurut keterangan Kantor SAR Surabaya, informasi awal mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh perusahaan pelayaran dari nakhoda sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah menyampaikan laporan tersebut, komunikasi dengan nakhoda terputus dan tidak dapat dilakukan kembali.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pihaknya baru menerima informasi resmi mengenai insiden itu pada pukul 08.24 WIB melalui Syahbandar Tanjung Perak.
Selanjutnya, tim SAR berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Sekitar pukul 09.45 WIB, Kapal Meratus Project 3 melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, wilayah Sapudi.
Meski berhasil menemukan posisi kapal, Meratus Project 3 tidak dapat mendekat karena sedang membawa muatan yang mudah terbakar sehingga berisiko tinggi apabila berada terlalu dekat dengan titik kebakaran.

Saat laporan diterima, sebagian badan kapal telah dilalap api. Para penumpang bertahan di area anjungan dan haluan sambil menunggu bantuan datang.
Namun sekitar pukul 10.20 WIB, situasi semakin kritis sehingga sejumlah penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
“Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada empat kapal yang merapat,” demikian disampaikan Nanang dalam laporan Kantor SAR Surabaya.
Kantor SAR Surabaya memperkirakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencapai lokasi kejadian dan memperkuat proses pencarian serta evakuasi.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan seluruh upaya difokuskan pada penyelamatan penumpang dan awak kapal.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam keterangan tertulis.
Masyhud menambahkan, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) telah mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian. Selain itu, Distrik Navigasi juga menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo untuk mendukung operasi penanganan apabila diperlukan.
Hingga laporan terakhir diterima, proses pencarian dan evakuasi terhadap puluhan penumpang yang masih belum ditemukan terus dilakukan oleh tim gabungan. (*).











