Tidak Tersentuh Hukum, Toko Aksesoris Milik ANG di Nanga Pinoh Diduga Jadi Kedok Penampungan Emas Hasil PETI

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritafakta.co.id | Melawi, Kalimantan Barat – Sebuah toko yang menjual aksesoris dan perlengkapan sekolah anak di kawasan Jalan Cempaka, Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, diduga menjadi tempat penampungan emas hasil aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa aktivitas pembelian emas diduga telah berlangsung cukup lama. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pemilik toko yang dikenal dengan inisial ANG diduga sangat lihai menjalankan aksinya sehingga aktivitas tersebut sulit terdeteksi.

“Sudah lama diduga ada aktivitas beli emas di situ. Dari luar memang terlihat seperti toko biasa yang menjual perlengkapan sekolah dan mainan anak, tapi menurut informasi warga, di dalam juga ada transaksi emas,” ujar sumber tersebut. Jumat (8/5/26).

Toko yang berada di Jalan Cempaka, Paal, Kecamatan Nanga Pinoh itu tampak seperti toko umum pada biasanya, menjual berbagai kebutuhan anak dan perlengkapan sekolah. Namun warga menduga tempat tersebut dijadikan kedok untuk menampung emas hasil PETI dari sejumlah penambang ilegal di wilayah Melawi.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan aktivitas ilegal tersebut. Warga juga meminta agar praktik PETI dan penampungan emas ilegal dapat ditindak tegas karena dinilai merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak hukum maupun sosial di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari pemilik toko mengenai dugaan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritafakta.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemancing Tewas Diduga Diserang Gajah Liar di Aliran Sungai Sei Lepan
Jompok Bersama Istrinya Diduga Jadi Penadah Emas Hasil PETI di Nanga Pinoh, Publik Pertanyakan Ketegasan Kapolres Melawi
Usai Disorot Media, Jompok Diduga Dokumentasikan Tempat Usaha Milik Warga
Diduga LI Diminta Rp.30 Juta untuk Terbitkan SK Pindah Oleh JNA Mantan Oknum Dinas Pendidikan Melawi Disorot
Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Evakuasi Masih Berlangsung
Miris! Kepala Cabang BNI Jember Diduga Gunakan 900 Identitas Petani untuk Pinjaman Fiktif
Ditreskrimsus Polda Kalbar Rampungkan Penyidikan Kasus Oli Palsu, Berkas Lengkap P-21
Ceceran Darah Jadi Petunjuk, Kompolnas Duga Tiga Polisi di Katingan Dibunuh Sebelum Dibuang ke Sungai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:37 WIB

Pemancing Tewas Diduga Diserang Gajah Liar di Aliran Sungai Sei Lepan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Jompok Bersama Istrinya Diduga Jadi Penadah Emas Hasil PETI di Nanga Pinoh, Publik Pertanyakan Ketegasan Kapolres Melawi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:25 WIB

Usai Disorot Media, Jompok Diduga Dokumentasikan Tempat Usaha Milik Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Diduga LI Diminta Rp.30 Juta untuk Terbitkan SK Pindah Oleh JNA Mantan Oknum Dinas Pendidikan Melawi Disorot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Evakuasi Masih Berlangsung

Berita Terbaru