Dua Dapur MBG di Sanggau Ditutup, Wakil Bupati : Temuan Telur Busuk dan Gaji Bermasalah Jadi Pemicu

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena

i

Poto : Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena

Beritafakta.co.id | Sanggau – Dua dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sanggau resmi dihentikan operasionalnya. Penutupan ini dilakukan karena ditemukan sejumlah pelanggaran terhadap standar operasional yang telah ditetapkan.

Kedua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut masing-masing berada di Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas, serta Desa Semuntai, Kecamatan Mukok.

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menjelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan berdasarkan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Benar, ada dua dapur SPPG yang ditutup, yakni di Semuntai dan Sungai Sengkuang. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari surat BGN,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan, kedua dapur tersebut dinilai tidak memenuhi standar operasional dalam pelaksanaan program MBG yang seharusnya berjalan sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Kasus di Desa Semuntai menjadi perhatian serius setelah adanya laporan masyarakat terkait kualitas bahan makanan. Warga beberapa kali mengeluhkan menu yang disajikan, bahkan ditemukan telur dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Ada laporan dari warga mengenai temuan telur busuk,” ungkap Susana.

Selain itu, permasalahan juga terjadi di dapur SPPG Sungai Sengkuang. Di lokasi ini, muncul keluhan dari para pekerja terkait gaji yang belum dibayarkan atau tidak sesuai dengan kesepakatan.

Menurut Susana, sekitar 20 orang karyawan sempat mendatangi dirinya untuk menyampaikan keluhan tersebut. Bahkan, mereka mengaku mendapat respons yang kurang baik dari pihak pengelola saat mempertanyakan hak mereka.

“Para pekerja sempat mengadu karena gaji belum dibayarkan atau tidak sesuai. Bahkan mereka mengaku ditantang untuk melapor,” jelasnya.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, pemerintah pusat melalui BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional kedua dapur tersebut.

Susana menegaskan bahwa keputusan penutupan sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

“Kami tegaskan, ini bukan keputusan pemerintah daerah, melainkan BGN. Kami hanya menindaklanjuti,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG di Kabupaten Sanggau agar menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, program MBG menggunakan anggaran negara sehingga harus dikelola secara profesional, terutama dalam menjaga kualitas gizi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus patuh terhadap standar yang ditetapkan, khususnya terkait kualitas makanan dan pengelolaan program,” tutupnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritafakta.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Guru Ngaji di Probolinggo Diduga Banting Murid, Dipicu Masalah Sepele
OTT di Cilacap! KPK Amankan 27 Orang Termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman
Hampir 60 Kg Sabu Dimusnahkan di Polres Sintang, Polisi Masih Kejar Satu Tersangka DPO
Dugaan Gudang Penyimpanan Rokok Ilegal di Sungai Ukoi, APH Diminta Bertindak
Gagal Kabur Saat Dirawat di Puskesmas, Pria Ini Ternyata Bawa Sabu 18,48 Gram
Operasi Senyap KPK Berhasil Jaring Bupati dan Wabup Rejang Lebong
Diduga Ada Aktivitas Jual Beli Emas dari Kalteng ke Nanga Pinoh, Nama ANG Disebut sebagai Penampung
Dugaan Mark Up Program Makan Bergizi Gratis di Pamijahan Bogor, Pengawasan BGN Dipertanyakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 02:29 WIB

Viral! Guru Ngaji di Probolinggo Diduga Banting Murid, Dipicu Masalah Sepele

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:44 WIB

Dua Dapur MBG di Sanggau Ditutup, Wakil Bupati : Temuan Telur Busuk dan Gaji Bermasalah Jadi Pemicu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:46 WIB

OTT di Cilacap! KPK Amankan 27 Orang Termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:40 WIB

Hampir 60 Kg Sabu Dimusnahkan di Polres Sintang, Polisi Masih Kejar Satu Tersangka DPO

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:07 WIB

Gagal Kabur Saat Dirawat di Puskesmas, Pria Ini Ternyata Bawa Sabu 18,48 Gram

Berita Terbaru